|
Bandara Perkutut Bird Farm E-mail: info@bandaraperkutut.8m.com Surabaya Jawa timur - Indonesia |
Cuaca Surabaya
|
|
|| Menjodohkan || Membangun sarang || Kandang perjodohan || Wadah dan bahan sarang || || Boleh dieramkan burung lain || Kalau telur tidak menetas || Induk tak mau mengeram || || Pakan induk perkutut || setelah lepas sapi || Harus di seleksi || Hama pengganggu ||
|
Nilai
Situs Ini
1=kurang, 10=baik @SearchIndonesia |
|
|
![]() |
04:15:23am on Sunday, 14th December, 2003 Induk tak mau mengeram Kadang-kadang ditemukan, ada induk perkutut yang tidak mau mengerami telurnya sendiri.induk yang ditangkarkan kalau masih terlalu muda, seringkali ngadat tidak mau mengerami telurnya. induk burung yang tak mau mengeram tanpa alasan itu, mungkin karena nalurinya tahu bahwa telurnya tidak akan menetas. burung yang tidak mau mengeram, atau meneruskan pengeramanya, sulit untuk menyuruhnya mengeram kembali. Kalau tidak mau mengeram lagi, coba ambil telurnya dan amati. apakah telur itu akan menetas atau tidak. kalau diteropong terlihat kosong dan jernih, buang saja telur itu. kalau terlihat kerus, bisa dicoba penetasannya dengan menitipkan pada perkutut lain atau puter yang sedang mengeram. perhatikan saat mengeram.perbedaan lamanya telur yang telah dierami dan saat burung mulai mengeram, tenggang waktunya jangan terlalu lama. Bisa juga pengeramannya dilanjutkan oleh mesin penetas. dua minggu pertama suhunya 37,5 0 C kelembapan 60 - 65 %. menjelang 3 hari terakhir sebelum menetas suhunya 37,5 0 c, kelembapannya 80% akan tetapi setelah anak menetas, kita akan susah merawatnya, karena untuk makannya sianak burung perkutut membutuhkan susu tembolok. Bisa juga ia tak mau mengeram, karena kondisi sarangnya tak memenuhi selera induk perkutut kalau letak sarangnya agak ke dalam dan gelap, coba pindahkan agak keluar dan ditempat yang agak terang. atausebaliknya. sebab perkutut punya selera sendiri-sendiri untuk bisa mengeram dengan tenang kalau wadah sarangnya terlalu cekung sebaiknya di ganti agak mendatar, agar bisa mengeram dengan nyaman. lingkungan sekitar kandang pengeraman harus tenang, tidak berisik, dan tidak ada binatang pengganggu yang membuat induk perkutut terkejut. Tak ada waktu istiraha Sekali berjodoh, pasangan perkutut akan terus berkembangbiak dalam sangkar perjodohandan hampir-hampir tak mengenal istirahat untuk mengembangkan keturunannya.kecuali kalau salah satu pasngannya sakit atau rontok bulunya. Dalam setahun tiap pasangan perkutut bisa menurunkan anak sampai 5 - 6 kali, sebab ada pasangan yang normal, setelah piyik berumur 14 - 28 hari, induknya sambil mengurus anaknyaakan birahi lagi, dan selanjutnya akan disusul dengan pembuatan sarang baru. peternak yang baik biasanya membatasi cukup 2 - 3 kali saja pasangan induk perkutut memperbanyak diri selama setahun.
copyrights © 1999-2004 Bandara Perkutut Bird Farm all rights reserved |
|