|
Bandara Perkutut Bird Farm E-mail: info@bandaraperkutut.8m.com Surabaya Jawa timur - Indonesia |
Cuaca Surabaya
|
|
|| Menjodohkan || Membangun sarang || Kandang perjodohan || Wadah dan bahan sarang || || Boleh dieramkan burung lain || Kalau telur tidak menetas || Induk tak mau mengeram || || Pakan induk perkutut || setelah lepas sapi || Harus di seleksi || Hama pengganggu ||
|
Nilai
Situs Ini
1=kurang, 10=baik @SearchIndonesia |
|
|
![]() |
04:18:05am on Sunday, 14th December, 2003 Kalau telur tidak menetas Keberhasilan penetasan telur perkutut sabgat tergantung dari suhu keliling sangkarnya.biasanya pada musim penghujan telur perkutut lambat menetas, atau lebih sukar menetas dibanding pada musim kemarau. Kalau sudah 15 hari telur dierami belum juga menetas berarti penetasannya gagal. akan tetapi sebaiknya kita kontrol pada masa eram 5 - 7 hari sudah bisa kita ketahui. untuk mengetahui anda ambil telurnya anda dekatkan ke lampu anda bisa liat didalam telur tersebut ada berupa warna merah atau agak kehitam-hitaman itu berarti telur tersebut ada bibitnya,kalau tidak ada bibitnya warna telur bening. kalau masih bening telur dibuang. induk burung ditangkap, kemudian dimandikan, kita kasih vitamin untuk dirangsang agar mau kawin lagi.dalam waktu 1-2 minggu, burung perkutut akan bertelur lagi. Mungkin kegagalan penetasan itu bentuk sangkarnya terlalu cekung,sehingga pengeraman telur tidak sempurna. sesudah sangkar lama diganti, sarang baru harus disusun agak mendatar. Bisa juga kegagalan penetasan itu, karena kedua induk yang ditangkar usianya terlalu muda atau berasal dari burung yang hubungan darahnya terlalu dekat. induk burung yang usianya terlalu muda, biasanya belum dapat mengerami telurnya secara baik, sehingga kemungkinan kegagalan penetasannya sangat besar. sedang pasangan induk yang darahnya terlalu dekat juga memungkinkan daya tetas telur sangat rendah, karena embrio alias bakal anak terlalu lemah sehingga mati terlebih dahulu sebelum masanya menetas. Bisa juga pasangan induk yang dijodohkan itu mengindap penyakit yang tidak diketahui,misalnya berak kapur. burung dewasa tampak sehat, karena ia kebal. tetapi penyakit yang diindap ini bisa menyerang telur yang dierami, sehingga mematikan embrio yang ada di dalamnya. untuk mengatasinya, sebelum dikawinkan, periksa dulu kesehatan induknya. induk burung yang mengindap penyakit, jangan dipergunakan sebagai bibit. karena penyakitnya bisa menular pada pasangannya dan keturunannya secara langsung atau lewat telur. Bisa juga telur yang dihasilkan itu tanpa benih, karena telur yang dihasilkan itu tanpa melalui proses perkawinan atau proses perkawinannya tidak sempurna, sehingga telur bibit tidak terbuahi dengan baik. penyebabnya, mungkin pasangan tersebut kurang cocok, walau kelihatannya sangat akur. bisa juga kedua pasangan itu merupakan burung betina semua. burung betina tanpa dikawini pejantan, tetap bisa bertelur kalau makanan yang diberikan metunya baik dan jumlahnya mencukupi. telur tanpa benih ini, biasanya tidak dierami oleh induknya. Telur tanpa embrio atau embrionya terlalu lemah, biasanya dihasilkan oleh perkutut yang induk jantannya terlalu tua atau betinanya sudah terlalu lama berproduksi.
copyrights © 1999-2004 Bandara Perkutut Bird Farm all rights reserved |
|